SHARE
Jakarta Fashion Week 2019 - ITALIAN FASHION SCHOOL. Photo by: Femina Group

Dalam perhelatan Jakarta Fashion Week yang ke-11 kemarin, Italian Fashion School mempersembahkan hasil karya 6 desainer berbakat yang mengenyam pendidikan fesyen di sekolah mode tersebut.

Italian Fashion School bekerja sama dengan dengan desainer senior, Billy Tjong untuk mendampingi 6 desainer berbakat itu selama proses pembuatan karyanya. Adapun keenam desainer tersebut adalah Ashfany Siregar atau Beby dengan merek “OMBAK”; Kara Nugroho dengan merek “PVRA”; Krisna Jani dengan merek “YSTAL”; Mariyana Gunawan dengan merek “MARIN TAN”; Marita Sari dengan merek “MARITA”; dan Widi Victoria dengan merek “WIDI VICTORIA”.

Dalam setiap karya dari tiap desainer mempunyai keunikan sendiri. Seperti Beby, memperkenalkan modest beachwear dengan penggunaan kain ramah lingkungan. Karya ini juga unik karena Beby juga mengeluarkan koleksi hijab bagi hijaber yang suka bermain di pantai. Dia terinspirasi dengan kehidupan pantai di Indonesia yang memesona dan indah.

Salah satu hasil karya desainer OMBAK dalam acara Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta.
Photo by: Femina Group

Selanjutnya, Kara Nugroho bersama rekannya Putri Katianda yang dikenal lewat merek sepatu “PVRA” menampilkan ciri khas penggunaan aplikasi payet 3 dimensi.

Model berpose mempersembahkan PVRA dalam acara Jakarta Fashion Week 2019 di Senayan City, Jakarta.
Photo by: Femina Group

Ada pula Krisna Jani dengan merek “YSTAL” yang menampilkan karyanya yang terinspirasi dengan tradisi fesyen Eropa terutama kerajaan Prancis di masa lalu.

Hasil karya desainer Krisna Jani, YSTAL. Photo by: Femina Group

Pun demikian, dengan Mariyana Gunawan lewat merek “MARIN TAN” yang menampilkan karyanya eveningwear yang memadukan cheongsam (tradisi busana Tiongkok) dan budaya ketimuran.

Perpaduan tradisi budaya Tiongkok dan budaya ketimuran dari MARIN TAN. Photo by: Femina Group

Kemudian, ada Marita Sari dengan merek “MARITA” yang mengusung busana muslim yang terinspirasi dari tato Mentawai. Seni tato Mentawai disebut tertua di dunia karena diperkirakan sudah ada sejak 1500 sebelum masehi. Bagi suku Mentawai tato merupakan bentuk ekspresi seni dan juga perlambang status sosial dalam masyarakat. Dan seni tato Mentawai inilah yang dituangkan Marita ke dalam koleksi fesyennya yang ditampilkan pada JFW 2019.

Koleksi dari desainer Marita Sari, MARITA.
Photo by: Femina Group

Terakhir, Widi Victoria telah menampilkan busana pengantin yang terinspirasi dari Scandinavia. Dia membawa merek yang sama dengan namanya: “WIDI VICTORIA”.

Salah satu karya desainer Widi Victoria.
Photo by: Femina Group

“Reputasi dan karya tersebut dapat dicapai juga karena kepiawaian dan profesionalitas pengajar di Italian Fashion School,” Diora Agnes dan Paska Ryanti, pendiri Italian Fashion School dalam keterangan resminya.

Mereka bercerita, sebelum keenam desainer itu tampil di JFW 2019, para desainer tersebut telah mengikuti berbagai kegiatan fashion show di dalam negeri. Disamping para pengajar, karya 6 desainer berbakat itu bisa diwujudkan juga berkat pendampingan intensif dari desainer senior, Billy Tjong.

“Seiring dengan kemajuan teknologi internet, industri fesyen berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia. Teknologi internet juga membuat desainer fesyen Indonesia banyak dikenal dan diakui reputasinya di dunia internasional,” tambah Diora dan Paska.

Di Indonesia, industri fesyen memberikan sumbangan yang relatif besar bagi pertumbuhan ekonomi. Survei Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menunjukkan hal itu: sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,38% terhadap total perekonomian nasional dan dari sektor fashion berkontribusi 18,15%.

Busana rancangan para desainer Indonesia, demikian Diora dan Paska, sejak beberapa tahun terakhir kerap tampil di berbagai fashion show bergengsi kelas dunia di berbagai negara. Diora dan Paska juga berharap, pecinta fesyen Indonesia bisa terinspirasi untuk menciptakan karya yang berasal dari kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa.

Keberadaan Italian Fashion School juga ingin berkontribusi memajukkan pendidikan yang bertujuan mencerdaskan bangsa dan juga memajukan perekonomian negara.

Comments

comments