SHARE
William Utomo, Winston Utomo, Jusuf Kalla, dan Uni Lubis Photo by: IDN Times

Berawal dari fakta yang terjadi di Indonesia, menyebutkan per 2018 GDP Indonesia perkapita adalah US$4,041 sedangkan kita membutuhkan US$12,056 untuk menaikan standar kehidupan seluruh masyarakat Indonesia. Waktu terus berjalan, sementara Indonesia yang kini sebagian penduduknya didominasi oleh kaum Millennials akan mencapai ageing population pada tahun 2045. Hal ini mendorong Millennials Indonesia agar segera bertindak untuk meningkatkan kualitas kehidupan Indonesia ditahun 2045.

Oleh karena itu, IDN Times menyelenggarakan Indonesia Millennial Summit 2019 (IMS 2019) untuk menjadi wadah diskusi nyata dimana ide-ide tidak hanya didengarkan tapi juga dapat diimplementasikan. IDN Times berharap bahwa pertemuan ini tidak hanya berhenti menjadi diskusi satu hari saja, melainkan sebagai ajakan bertindak untuk perubahan yang nyata.

Sukses dihadiri oleh 4.908 pengunjung, Winston Utomo, Founder dan CEO IDN Media mengungkapkan, “Saya bersyukur Indonesia Millennial Summit ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari Millennials di Indonesia. Dari target pengunjung kami 1500 orang, ternyata antusiasme teman-teman dengan acara ini melebihi ekspektasi kami. Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung acara ini. Semoga mimpi dan harapan besar kita untuk Indonesia yang lebih baik dapat terwujud di 2045 nanti”.

Winston Utomo, CEO IDN MEDIA. Photo by: IDN Times

IDN Media juga meluncurkan buku yang berjudul Indonesia Millennial Report yang berisikan laporan mengenai perilaku generasi millennial saat ini. Buku ini dibuat berdasarkan survei yang dikerjakan oleh IDN Research Institute bekerjasama dengan Alvara Research Center.

William Utomo, Co-Founder dan COO IDN Media juga menjelaskan bahwa IDN Times tidak ingin bank data tersebut hanya diakses oleh tim redaksi dan internal saja, namun juga bisa digunakan untuk hal-hal yang dapat memajukan bangsa Indonesia.

“Semakin banyak orang yang melihat data ini, semakin bagus. Kita bisa bersama-sama mencapai tujuan memajukan Indonesia.” ungkap William Utomo.

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kala ini menghadirkan 50 sosok inspiratif dari berbagai bidang yang sudah membawa banyak perubahan di Indonesia, diantaranya, Ridwan Kamil, Najwa Sihab, Liliana Natsir, Sandiaga Uno, Rudiantara, Moeldoko, Ignasius Jonan Beverly Gunawan, Lukman Hakim, Grace Natalie, Maudy Ayunda, Manoj Punjabi, Giring Ganesha, Victor R Hartono, Anne Patricia Susanto dan masih banyak lainnya.

Hadir sebagai panelis di sesi “Leveraging Fame for Social Good” Maudy Ayunda mengungkap kunci kesuksesannya dalam dunia entertainment dan dunia pendidikan. Baginya, kejujuran pada diri sendiri merupakan kunci utama dalam hidup. “Karena sering banget diajak ngobrol sama keluarga tentang masalah besar, aku jadi cukup mengenal diri aku dan merasa harus jujur mengambil keputusan. Itu kenapa akhhirnya aku bisa tetap sekolah saat aju jadi artis.” ujar Maudy.

Maudy Ayunda, penyanyi dan aktris yang menjadi salah satu panelis. Photo by: DC/Andira

Tidak hanya Maudy, hadir pula Anne Patricia Susanto, Vice CEO PT Pan Brothers Tbk, Perusahaan garmen terkemuka, yang telah menyuplai lebih dari 40 merek kenamaan dunia. Beberaapa diantaranya adalah Nike, The North Face, Adidas, Columbia, Uniqlo, H&M hingga Prada. Anne disandingan dengan Grace Natalie dan Mari Elka Pangestu. Ketiganya membahas tentang Againts the Odds: Charting Your Path as a Woman. Anne membeberkan alasanya untuk tetap berkarier dilandasi oleh kerusuhan Mei 1998. Kerusuhan tersebut membuatnya sulit berpergian keluar negeri karena paspornya sulit diakui di negara lain. Dia ingin membuktikan pada dunia kalau Indonesia juga bisa jadi yang terbaik. “Saya ingin tujukan ke dunia bahwa kita bisa menjadi nomor satu”, ungkapnya.

Grace Natalie, Hernie Raharja, Anne Patricia Susanto, dan Marie Elka Pangestu. Photo by: DC/Andira

Sesi yang tidak kalah seru adalah sesi yang bertajuk “From Critical Commentaries To Concrete Solutions” yang dihadiri oleh Founder Narasi TV, Najwa Sihab, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Ignasius Jonan dan juga Kepala Staf Kepresidenan Jend Moeldoko. Kepada Millennial Najwa Sihab berpesan “Baca apa saja. Membaca membuat kita memiliki kedalaman dan imajinasi, keluasan hati, tidak mudah diprovokasi”.

Menutup sesi terakhir Indonesia Millennial Summit 2019, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat berpesan untuk terus berpikir positif dan turun untuk membuktikan kerja nyata. Sebab, kaum millennial merupakan generasi penerus bangsa. Disamping itu Kang Emil juga mengajak para Millennials yang hadir di IMS 2019 untuk sama-sama membuktikan usaha dan kerja keras mereka membuahkan hasil manis di 2045 mendatang.

Comments

comments