SHARE

Kota yang memiliki populasi penduduk sebanyak 2114 yang terletak paling utara belahan dunia ini bernama Longyearbyen. Kota kecil yang terletak di Negara Norwegia ini diyakini ditemukan oleh seorang bangsa Amerika yang bernama John Longyear. Sejarah diambilnya nama kota ini berasal dari Longyear yang mendirikan sebuah operasi penambangan batubara pada tahun 1906. Lokasi penyelesaian operasi penambangan ini lalu dikenal sebagai Kota Longyear, maka jadilah dipanggil Longyearbyen.

Image result for longyearbyen norwegia

Sumber: Uzone.com

Di kota ini matahari tidak terbit selama 4 bulan. Karena matahari terbenam setiap tahunnya pada bulan Oktober dan tidak akan naik lagi setelah 4 bulan. Tidak heran mengapa kota ini sangat dingin, tanahnya saja membeku secara permanen, dengan suhu rata-rata di bulan Februari mencapai -17C. Karena itulah sangat susah bagi bangkai atau mayat untuk membusuk di kota ini. Alasan itulah mengapa pemerintah melarang penduduk untuk mati dikota ini.

Image result for longyearbyen norway cemetery

Sumber: footage.framepool.com

Sebelum larangan itu, seperti di tempat lain, orang-orang di Longyearbyen mengubur mayat dengan selayaknya. Karena secara ilmiah jazad akan terurai dengan sendirinya. Pada tahun 1917 sebuah strain flu menimpa Longyearbyen, menyebabkan kematian sejumlah penduduk, dan mereka dikuburkan di pemakaman kota. Faktanya beberapa tahun kemudian, sampel hidup virus epidemi influenza Spanyol pada tahun 1917 diambil dari mayat yang terkubur di sana. Suhu yang dingin merupakan penyebab mengapa jazad-jazad tersebut masih utuh dan lebih ngerinya virus influenzapun tidak juga ikut mati.

Comments

comments