SHARE

LaLaLa Festival 2018 telah diselenggarakan Sabtu, 10 Maret 2018 lalu. Dengan konsep lokasi yang menyatu dengan alam, LaLaLa Festival mampu menyulap hutan anggrek menjadi panggung musik yang menarik. Walaupun jaraknya dapat dibilang tidak strategis, namun acara ini mampu menarik perhatian dari pecinta musik festival. Dapat dilihat dari ramainya masa yg mulai memenuhi area festival dari sore.

Belajar dari kegagalan perhelatan sebelumnya, kepadatan kendaraan dapat diakali dengan adanya shuttle bus yang disiapkan oleh panitia. Namun hal ini terasa masih dinilai kurang, karena jalanan yang dipadati oleh motor penduduk yang menawarkan jasa antar. Alih-alih membantu alur kepadatan, hal ini malah membuat situasi jalanan semakin chaos dan macet, karena ketidak disiplinan para penduduk sekitar sebagai ojek dadakan.

Namun segala hiruk pikuk tersebut seolah terbayarkan oleh penampilan para bintang mulai dari musisi lokal sampai musisi mancanegara. Terlihat dari Navajo Stage, semakin malam semakin dipenuhi penonton. Dari Ten 2 Five sampai penampilan The Groove dengan hitsnya yang bikin kangen dan bernostalgia. Mampu membuat penonton tidak pindah dari areal pertunjukan.

Tak hanya stage utama saja, Ombre Stage juga tak kalah dibanjiri penonton. Seperti alunan lagu yg dibawakan Adhitia Sofyan yang menyatu dengan asrinya hutan anggrek, tak kalah heboh penampilan dari Wafia musisi berdarah Arab yg berasal dari Australia membawakan lagu andalannya yaitu Heart Burn. Namun hujan mulai membasahi lokasi LaLaLa Festival ini mulai dari penampilan Dipha Barus. Tak begitu saja membuat penonton untuk bubar.

Kembali ke Navajo Stage, Tom Odell, Oh Wonder, menyihir para penonton yang setia menunggu penampilannya. Tampil dengan tatanan dan lighting panggung yang menarik, sukses membuat Oh Wonder tampil untuk menghibur para penggemarnya, meskipun ditengah dinginnya hutan Anggrek.

Comments

comments