SHARE
Sumber: Google

Bukan suatu hal yang aneh jika masyarakat Indonesia mempercayai hal gaib, mistis atau mitos diluar nalar manusia. Indonesia sangat kental dengan budaya dan tradisinya, beberapa masyarakatpun masih melangsungkan adat untuk menghormati mahkluk tak kasat mata. Berbicara tentang makhluk tak kasat mata atau gaib. Di Kalimantan Selatan dipercayai ada sebuah kota misterius yang keberadaannya hanya muncul diwaktu-waktu tertentu. Kota ini terletak disekitar Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan ini diyakini dihuni oleh makhluk-makhluk tak kasat mata, yang konon katanya secara fisik memiliki penampilan menawan. Cerita mengenai kota mistis ini sudah menjadi legenda pada masyarakat sekitar. Seperti cerita alat berat tak ada pemiliknya, pada tahun 1980-an, pemerintah setempat dikagetkan oleh kedatangan sejumlah alat berat yang dipesan dari Jakarta dengan alamat tujuan Kota Saranjana yang sudah dibayar lunas. Padahal, Kota Saranjana di alam nyata secara administratif tidak ada di Kabupaten Kotabaru.

Gambar Ilustrasi: blog.livedoor.jp

Adapun yang mempercayai bahwa penghuni dari kota ini adalah makhluk astral yang berwujud wanita cantik dan laki-laki yang gagah. Tak hanya itu, konon katanya makanan dan buah-buahan yang berasal dari kota ini memiliki ukuran yang sangat besar. Wow keren ya! Yang bikin bulukuduk berdiri ada kisah tentang kapal ferry yang mengangkut banyak penumpang dari Tanjung Serdang Kotabaru, namun begitu merapat ke Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mendadak sepi. Disebut-sebut sebagai orang-orang dari Kota Saranjana. Menurut mitos masyarakat pesisir Kota Baru, Saranjana adalah sebuah kota yang tak kasat mata dengan sistem pemerintahan kerajaan yang dihuni oleh jin muslim. Ada juga yang mengatakan bahwa orang-orang Saranjana adalah orang bulian. Sama seperti manusia pada umumnya, yang berbeda dengan jin. Hanya saja mereka “halimun”. Ada yang mau untuk mencari keberadaan kota mistis ini ? Mungkin setelah banyak dibicarakan akan banyak masyarakat yang penasaran mengenai keberadaan kota ini sesungguhnya.

 

 

Comments

comments