SHARE

Mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam, sekitar 87,2% dari total pendduduk. Tidak heran, jika banyak peringatan hari besar umat muslim yang dirayakan, dan bahkan menjadi hari libur. Seperti Isra Mi’raj yang diperingati pada malam tanggal 27 Rajab (Tahun 621) atau  14 April. Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting bagi umat Islam, karena saat itulah Nabi Muhammad Saw menerima perintah salat lima waktu.

Seiring dengan perbedaan geografis di Indonesia, tentunya pada masing-masing daerah memiliki tradisi sendiri dalam merayakan Isra Mi’raj. Berikut tradisi unik dibeberapa daerah di Indonesia untuk merayakan Isra Mi’raj.

1. Ambengan, Magelang­­

Sumber: Google

Ambengan merupakan kegiatan semacam kumpulan warga, se-dusun, seRT, seRW dan kelompok wilayah kecil lainnya. Ambengan sendiri sebenanrnya memiliki makna makan bersama masyarakat sebagai wujud syukur kepada sang pencipta. Pada umumnya tradisi ini memiliki rangkaian kegiatan seperti peringatan hari besar, seperti ceramah dan Quranan.

2. Tradisi Rejeban Peksi Buraq, Yogyakarta

Sumber: Google

Rejeban Peksi Buraq merupakan  tradisi Jawa yang telah ada dan dilakukan sejak  ratusan tahun di Kraton Yogyakarta. Dua Burung Buraq ala tradisi Rejaban Peksi merupakan simbol kendaraan Nabi Muhammad yang terbuat dari kulit jeruk bali dibawa oleh abdi dalem Kraton Yogyakarta menuju Serambi Masjid Gede Kauman.Selain ada symbol Burung Buraq ada pula gunungan buah yang terdiri dari beberapa macam buah seperti manggis, rambutan dan juga tebu.  Gunungan buah tersebut  akan dibagikan kepada jamaah masjid usai pengajian.

3. Tradisi Rajaban, Cirebon

Sumber: Google

Masyarakat Cirebon punya tradisi untuk merayakan Isra Mi’raj dengan berbondong-bondong pergi berziarah ke makam penyebar ajaran agama islam di Plangon. Selain itu, tradisi Rajaban juga biasa digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton Kasepuhan biasanya menggelar pengajian untuk umum dan melakukan tradisi membagikan nasi bogana yang terdiri dari kentang, telor ayam, tempe, tahu, parutan kelapa dan bumbu kuning yang dijadikan satu yang kemudian dibagikan kepada warga.

 

4. Arak-arakan Keliling Kampung, Purwerejo

Sumber: Google

Untuk memperingati Isra Mi’raj masyarakat Purworejo memiliki tradisi untuk keliling kampung memakai kostum, anak- anak kecil akan menaiki kuda- kudaan yang disesuaikan dengan syombol buroq sebagai kendaraan Nabi Muhammad yang akan diarak mengelilingi kampung.

Comments

comments